Postingan

Istri atau Orang Tua? Renungan Santri tentang Loyalitas dan Cinta Sejati

Gambar
Istri atau Orang Tua? Ketika Kekaguman Menjadi Ujian Kesetiaan 👳‍♂️ Istri atau Orang Tua? Ketika Kekaguman Menjadi Ujian Kesetiaan ✍️ Oleh: Perot 😲 Kita sering kewalahan saat melihat bangunan megah, santri yang berbaris rapi, dan suasana religius yang menggugah hati. Apalagi saat sholawat mereka menggema, membuat bulu kuduk merinding. Lalu ada silsilah langsung ke Kanjeng Nabi — seolah tidak ada lagi alasan untuk menolak menjadi murid di tempat itu. Kekaguman yang mendalam membuat kita seperti terhipnotis. Kita menyimpan setiap "jurus" yang diajarkan dalam hati dan segera mengamalkannya. Ini sangat manusiawi. 🏡 Tapi Bagaimana dengan Pondok Kakek? Pondok Mbah, yang metode ngajarnya hanya sebatas menyuruh 'ngiseni jeding' atau 'nimpali tletong', seringkali tak kita anggap istimewa. Kita merasa biasa saja. Bahkan sering berkata, “Mbah, njenengan baleni sing wingi, kulo lali,” sambil tetap asik mengecek HP. Padahal, ...

Emak

 E M A K Pakaian Kaos lusuh sangat kentara di pelupuk mata siapapun yang melihatnya. Terkadang beberapa pakaian yang masih bagus hanya kerahnya saja yang rusak dimodifikasi menjadi pakaian sore.  Tidur Tak butuh tempat khusus. Springbed atau kasur empuk, di depan tv. Dan kadang tidak niat tidur, ingin tetap terjaga untuk mengikuti berita atau sinetron tv. Tapi raga terlalu letih untuk 'memanjakan diri sendiri' dengan persiapan tidur yang enak dan nyenyak. Bahkan sering sekali gangguan pertanyaan dari beberapa 'kesayangannya' membangunkan beliau hanya sekedar untuk interupsi atau request ga penting. Makan Sangat jelas sekali tidak ada waktu makan terbaik selain ketika 'kesayangannya' selesai makan dan glegek'en sembari nonton tivi atau sekedar bercanda. Dan beberapa makanan yang 'eman dibuang' secara sembunyi-sembunyi beliau makan.  Hubungan tetangga Sesekali nonggo itu pun bagian dari beli sunlight ataupun menyelesaikan administrasi ke-RT-an yang men...

SEL

 S E L Ruang lingkup: Sel dalam manusia Fakta: Di dalam tubuh manusia ada 30-40 trilyun sel. Membangun logika positif: 1. Ketika manusia makan maka otomatis nutrisi akan mengalir dan tidak ada 1 sel pun dari ujung rambut sampai ujung kaki yang tidak merasakan nutrisi.  2. Tetap saja ada sel baru dan ada sel yang mati.  3. Ada sel dengan imun bagus dan yang sakit-sakitan.  4. Semua sel akan dapat nutrisi.. Meskipun dia sel cacing yang ada di lambung manusia.  5. Sel tidak bisa melihat manusia. 6. Sel adalah bagian terkecil dari manusia yang kadang berkelompok membentuk jaringan selanjutnya organ. 7. Jika kita makro kan... Sel itu tak ada.. Yang ada hanya manusia.  8. Kepandaian sel dalam bekerja sama dengan sel lain akan membentuk metabolisme sehat.  9. Tidak ada 1 sel pun yang bisa menganalisa manusia meskipun kepala sel itu besar.  10. Apakah keinginan sel bisa melawan manusia? NB.  Berangan untuk melogikan Tuhan dengan mengamati yang diseki...

EKSPRESI ATAS KETENTUAN TUHAN

 EKSPRESI ATAS KETENTUAN TUHAN Tatkala kita dihadapkan pada keadaan yang menjengkelkan (omah kobong) atau sikap anak yang tidak sesuai dengan keinginan kita (mencuri uang di kotak masjid) maka apa yang harus kita lakukan? Yakinlah apapun kejadian itu yang melakukan adalah Allah. Dan layakkah kita protes atau marah atau mangkel pada Allah yang kita yakini adalah pelakunya? Yang layak kita lakukan adalah berkata aku bersaksi atas semua kejadian yang ada di alam ini adalah kehendakMu. Dan aku bersyukur atas kesempatan yang Kau berikan untuk menyaksikan kebesaranMu. Dan sikap ini juga berlaku pada hal yang menyenangkan dan membahagiakan yang kita terima. Untuk meyakini dan mendarahdagingkan paragraf diatas ada yang perlu berdarah-darah sampai dia mengerti. Ada yang perlu ber-trilyun² uang terbuang untuk yakin.  Teruslah latihan menempa hati untuk ridlo atas semua ketentuanNya.  Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridlo, rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua. Amien.

GA ADA PILIHAN LAIN

 GA ADA PILIHAN LAIN Beberapa hari ini kita disuruh menyaksikan kejadian yang cukup melelahkan. Yang memaksa kita mau tidak mau harus melihat semua itu adalah perwujudan dari Tuhan.  Kalau masih menggunakan nafsu atau ego maka habislah kita. Tergerus dengan harga diri, pengorbanan, munajat habis²an, dan kesalahpahaman. Dan itu tentunya menyakitkan. Takkan kuat kepala kita memikirkannya dan tak kuasa hati merasakan kepedihannya.  Jalan satu²nya adalah memaksa ruh kita mlongo dan menatap penuh takjub atas aksi² Tuhan. Pakailah ruh yang bersaksi bahwa semua itu adalah kehendak Tuhan. Kemudian bersyukurlah masih diberikan kesempatan, ruh kita untuk menjadi penonton atas kejadian² yang bikin jantung berdebar.  Kepahitan berubah menjadi towo dalam samudera rahmatNya. Begitu pula manisnya kehidupan. Hingga kita berada di suatu titik dengan kesadaran penuh berkata "Adalah kemutlakan keinginan untuk selalu denganNya" NB.  ditulis ulang dari dialog dengan cak had di teras...

tips

 Tips..  1. Kurangi kata aku disela-sela kita berbicara. Karena aslinya kamu itu ga ada.  2. Usahakan tidak panik,  sat set, cepat,  kesusu.... Kalem saja.. Karena dengan bras bres atau sat set ndang mari ndang uwis.. Sikap seperti itu kerap mematikan pandangan kita akan gambar Tuhan sebagai pelajaran pelaku di belakang semua kejadian.  Seringlah tarik nafas dalam.. Seraya mengkoneksikan batin dengan Tuhan..

NONTON FILM INDIA

 NONTON FILM INDIA Manusia sebagai pelaku Sebagai manusia peran lancar, mulus dengan ending happy adalah harapan kita.  Lahir dari keluarga kaya, sd favorit, kampus ternama, kerja gaji tinggi. Meninggal pada waktu sholat.  Manusia sebagai penonton Kejadian mulus seorang pemain film dari awal film dimulai sampai ending, pasti dibenci. Seperti cerita pada paragraf diatas.   "Film buruk, sutradara datar² saja. Bisa ga se buat film. Ga nendang.membosankan. Harusnya kalah dulu, latihan di hutan dan tarung lagi menang. Huffftt... " Kita memilih jadi pelaku atau penonton Kalau pelaku kayaknya enggak banget. Itu pikiran sempit kita. Keegoisan kita. Nafsu kita.  Pilihan kita jadi penonton adalah yang terbaik.  Memang kapasitas kita diciptakan hanya menyaksikan. So gimana dong.. Meski kita sekarang jadi pemain..(secara kasat mata)  Keluarlah dari tubuhmu, jadikan ruh mu sebagai penonton akan film yang nendang banget karya Allah. Hanya saja kebetulan kita no...