NONTON FILM INDIA
NONTON FILM INDIA
Manusia sebagai pelaku
Sebagai manusia peran lancar, mulus dengan ending happy adalah harapan kita.
Lahir dari keluarga kaya, sd favorit, kampus ternama, kerja gaji tinggi. Meninggal pada waktu sholat.
Manusia sebagai penonton
Kejadian mulus seorang pemain film dari awal film dimulai sampai ending, pasti dibenci.
Seperti cerita pada paragraf diatas.
"Film buruk, sutradara datar² saja. Bisa ga se buat film. Ga nendang.membosankan. Harusnya kalah dulu, latihan di hutan dan tarung lagi menang. Huffftt... "
Kita memilih jadi pelaku atau penonton
Kalau pelaku kayaknya enggak banget. Itu pikiran sempit kita. Keegoisan kita. Nafsu kita.
Pilihan kita jadi penonton adalah yang terbaik.
Memang kapasitas kita diciptakan hanya menyaksikan.
So gimana dong..
Meski kita sekarang jadi pemain..(secara kasat mata)
Keluarlah dari tubuhmu, jadikan ruh mu sebagai penonton akan film yang nendang banget karya Allah. Hanya saja kebetulan kita nonton kegalauan keluarga kita. Dan ini menyangkut orang² yg kita sayangi..
Tapi tetap saja betapa mangkelnya kita habis liat film ga ada serem²nya, ga ada perjuangan pendekar, ga ada suara yang bikin kaget.. Pasti kita keluar dari bioskop menggerutu dan marah².
Sikap
Alhamdulillah masih dikasih kesempatan menyaksian scene demi scene yang bikin jantung deg deg an. Sungguh luar biasa sang sutradara. Aku ga pernah nyangka akhir film seperti ini. Ngagetin banget. Benar benar ga bisa kulupa. Sudah seminggu masih segar di ingatan.
Kata kata mutiara
Sebesar apapun luka, jika pola pandang kita pas maka kita takkan menderita.
Sekecil apapun luka. Jika pola pandang sempit. Maka kita akan orang yang paling menderita sealam raya.
Harapan
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridlonya dalam setiap langkah kita.
Komentar
Posting Komentar