Mohon maaf

 Mohon maaf.. Terkadang aku sok pintar. Merasa dapat ilham dari Tuhan. Karena kedekatan emosional dengan Tuhan dengan meditasi atau apapun itu. Dan dishare ke kawan yang 'alih-alih' sefrekwensi. Kadang saya minta di'aminkan' atas ilham saya. Dan dalam hati kecil saya menuntut pembaca bilang "waoo... Levelmu sudah tinggi banget. Aku belum sampai kesana. Mohon bimbingannya suhu".


Kadang saya yakin itu menyebalkan banget. Tanpa tahu kondisi psikologis pembaca.. Saya ingin mengajak mereka ber'euforia' atas ilham yang belum tentu benar ini. 


Dan saya juga ga memposisikan diri sebagai posisi mereka sedang galau kah? Sedang ada masalah kah?


Intinya saya minta maaf, mungkin tulisan saya mengusik 'eksistensi' pencapaian panjenengan yang mungkin sudah jauh dari saya. 


Semoga keberkahan senantiasa tercurah pada kita semua. Amien. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerja Keras Tapi Tidak Dihargai? Ini Saatnya Stop Loyal Buta

Istri atau Orang Tua? Renungan Santri tentang Loyalitas dan Cinta Sejati

Merasa Bersalah Saat Cuti? Ini Tanda Kamu Butuh Istirahat!