SIKAP KITA TERHADAP BERITA INNALILAHI...

SIKAP KITA TERHADAP BERITA INNALILAHI...
by : Perot

DULU
Ketika saya dapat WA berita orang meninggal, orang sakit, orang ultah, orang dapat arisan. Malas sekali untuk menjawab dengan balasan WA berita tersebut. Bahkan sekedar copas balasan orang lain atau ngeklik emoticon aja males banget. 

ALASAN WAKTU ITU
1. Ucapan copas cuma sekedar basa basi demi pencitraan. 
2. Mending elu diem, baca dalam hati "Ila hadroti fulan,  alfatikhah"

SEKARANG
Saya bersemangat,
1. Di level terendah saya copas ucapan orang lain.
2. Di level teratas.. Habis nulis balasan tadi dan saya doa dalam hati. Mending japri saja, karena lebih tulus dan ga kelihatan kawan.

ALASAN SEKARANG
1. Melatih empati saya, untuk senantiasa care pada sesama ciptaan tuhan. 
2. Penghilangan 'aku' di keseharian. "Glani sombongmu har, nulis Innalilahi ae ra gelem. Rumangsamu kowe kie sopo. Masio kowe ra ono.. Dunyo akan tetap berputar pada porosnya. Ga penting banget.Rumangsamu dungamu mandhi dewe sak indonesia raya ta? "

PIJAKAN TEORI
Cicak nyebuli api yang membakar Nabi Ibrahim dan katak yang meludahi api untuk memadamkan. Sekecil apapun kelakuan yang kita kontribusikan. Akan menentukan kita kategori yang mana? Meski kelakuan itu tidak berpengaruh pada api. Kita katak atau cicak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerja Keras Tapi Tidak Dihargai? Ini Saatnya Stop Loyal Buta

Istri atau Orang Tua? Renungan Santri tentang Loyalitas dan Cinta Sejati

Merasa Bersalah Saat Cuti? Ini Tanda Kamu Butuh Istirahat!