PURA-PURA SAKIT SAAT SEHAT

 Latar Belakang

Suatu ketika kita bingung, bimbang, jenuh, capek atas perlakuan Tuhan terhadap kita.

Hipotesa (dugaan)

Terkadang Allah memberikan kita kesempatan untuk merasakan ‘kekhusyuan’ seperti Nabi Muhammad pas sholat ada Aisyah yang menyelonjorkan kaki tapi beliau tak bergeming. Ataukah kekhuyukan Ali saat minta dicabut anak panah yang menancap pas sholat. Hanya saja kadarnya mungkin ga sama.

Masa se? Kapan Kesempatan itu?

Sayangnya kesempatan itu tidak sewaktu-waktu dan itu tidak gratis. Mau bilang kita mati dulu, maka kalau ada kesempatan hidup akan ku buat 24 jam ku bersujud, kayaknya enggak. Iya kalau mati terus hidup. Kayaknya kok klise banget.

Kita mundur khan sedikit ga sampai mati. Cari memori terkelam, tersakit, terburuk selam hidupmu dan kamu menyerahkan semua pada Tuhanmu. Yakni pada suatu kondisi ketika kita bener-bener pepleh ga berdaya. Atau orang yang kita sayangi tersakiti. Contoh: Anak sakit, istri sakit, emak sakit, bapak sakit, bahkan saat kita sendiri sakit. Disitulah terkadang nyawa kita nggak berarti, pepleh 100 %. Bagai kain basah. Hilang lenyap semua atribut keilmuan, jabatan, harta seketika.

Saran saya

Simpan perasaan rasa sakit, gelisah, tak berdaya yang menghujam dada itu kuat kuat di memori otak kita.

Mahalnya perasaan khusyu bermunajat kepada Allah yang terkadang harus kita beli dengan sakit yang menghujam di dada itu pertahankan. Di tiap detik ketika kita senang, ketika dapat arisan, ketika dapat sertifikasi, menghabiskan uang bersama keluarga atau bentuk kenikmatan duniawi lainnya.

Pertanyaan:

Masak totalitas ruh jasad ketika bermunajad, harus dipancing Gusti Allah dengan orang-orang di sekitar kita tersakiti dulu?

Kata kata mutiara:

SELALULAH MERASA SAKIT PARAH SAAT KAU SEHAT, SEHINGGA TOTALITAS RUH JASADMU BERMUNAJAT KEPADA TUHANMU TIDAK RUTINITAS TAPI BERKUALITAS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerja Keras Tapi Tidak Dihargai? Ini Saatnya Stop Loyal Buta

Istri atau Orang Tua? Renungan Santri tentang Loyalitas dan Cinta Sejati

Merasa Bersalah Saat Cuti? Ini Tanda Kamu Butuh Istirahat!