Ketika Lampu Mati..
Ketika lampu mati dan nyala maka anak-anak langsung teriak.. "Alhamdulillah listrik e nyala..". Setelah itu lampu dinyalakan. TV dinyalakan. HP di ces dan lain-lain.
Kenapa ga bilang "Alhamdulillah TV ne nyala.."
Kenapa ga bilang "Alhamdulillah HP ne nyala.."
Kenapa ga bilang "Alhamdulillah lampu e nyala.."
Padahal lampu yang nyala, kenapa listrike yang ga kelihatan malah dibilang yang nyala?
Pengakuan reflek lidah dalam menganalisis kejadian diatas adalah kebenaran hakiki.
Kesimpulan
Angen-angen saya, kenapa kita disuruh baca bismilah setiap mengawali aktifitas adalah. Semacam pengikraran sebuah hape (baca: manusia) atas ketidakmampuannya dalam beraktifitas tanpa listrik. Sehingga kita dalam keseharian apapun aktifitasnya ada setrum yang tanpa putus mengalir di dalam hape. Dan kita harus senantiasa dalam tiap detik bilang "Alhamdulillah listrik e nyala..". Jangan sampai kadung kelamaan listrik nyala, kita terbuai dengan fitur hape dan malah melupakan listrik PLN.
Kemampuan HP menyadari atas aliran listrik (yang NONSTOP) itulah yang disebut PAHAM akan dirinya atas Tuhannya. Sehingga meski secara kasat mata HP yang nyala tapi dia sadar 100% bahwa listrik-lah yang nyala.
Komentar
Posting Komentar