MENONTON BIOSKOP
Saat itu ada si Roni yang menonton Bioskop di Jombang. Kebetulan film action. Dimana tokoh jahat dan baik sedang bertempur. Roni sempat geram dengan ulah penjahat itu, yang tega menyakiti orang yang tidak berdosa. Namun dia berharap akhirnya orang jahat itu akan dihabisi oleh pahlawan yang ada di film tersebut.Suguhan scene per scene dia nikmati dengan khidmat sampai film tersebut berakhir.
Sembari pulang Roni membawa kesimpulan atas film yang baru dia liat. "Luar biasa tema yang diangkat, pemilihan karakter dll.. Jantung saya sampai mau copot".
Maksud
Alangkah baiknya ketika kita mulai membuka mata sampai merem (tidur) apapun gambar yang kita lihat sama persis ketika Roni melihat bioskop. Tidak ada senang... Tidak ada sedih... Tidak ada jahat tidak ada baik. Bahkan letusan bom untuk pemanis adegan juga biasa saja. Adapun ada suguhan scene dalam keseharian kita yang menyakitkan, cukuplah mengingat sutradara atau Sang Skenario.
Hidup pada dasarnya adalah pengalaman mengamati dari gambar yang disajikan Tuhan untuk kita indera.
Hidup adalah sebuah kumpulan scene yang kita dikasih kesempatan untuk menjadi penonton dari cerita Sang Maestro. Bayangkan anda tidak dikasih kesempatan melihat ini? Berarti kita tak pernah dilahirkan ke dunia.
So.. Nanti ketika sang malaikat nanya "Ron, harta yang kau miliki kau gunakan buat apa? " Jawab dengan tegas "Aku ga pernah memiliki, kenapa aku kudu tanggung jawab?" Begitu juga umur, sehat, sakit, harta dll, sang penonton tak pernah merasa memiliki. Itu semua adalah properti drama dari Sang Maestro.
Semoga ada manfaat, mohon kritikan jika ada yang salah. Makasih..

Komentar
Posting Komentar